Makalah Pembelajaran Mikro

MAKALAH PEMBELAJARAN MIKRO

Keterampilan Mengaktifkan Belajar Siswa

 

Di susun oleh:

 Detti Santi Jumiati

 Npm : 095060147

Kelas C

Semester 4

 

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS PASUNDAN

BANDUNG

2011

 

A. PENDAHULUAN

 

Pembelajaran aktif (active learning) tampaknya  telah menjadi pilihan utama dalam praktik pendidikan saat ini. Di Indonesia, gerakan pembelajaran  aktif ini terasa semakin mengemuka bersamaan dengan upaya mereformasi pendidikan nasional, sekitar akhir tahun 90-an. Gerakan perubahan ini terus berlanjut hingga sekarang dan para guru terus menerus didorong untuk dapat menerapkan konsep pembelajaran aktif dalam setiap praktik pembelajaran siswanya.

Guru harus merancang kegiatan pembelajaran yang memungkinkan siswa melakukan kegiatan belajar secara aktif kalau rancangan pembelajaran yang disusun guru mengharuskan siswa, baik secara sukarela maupun terpaksa, menuntut siswa melakukan kegiatan belajar. Rancangan pembelajaran yang mencerminkan kegiatan belajar secara aktif perlu didukung oleh kemampuan guru memfasilitasi kegiatan belajar siswa selama proses pembelajaran berlangsung.

Dengan demikian, ada korelasi signifikan antara kegiatan mengajar guru dan kegiatan belajar siswa. Mengaktifkan kegiatan belajar siswa berarti menuntut kreativitas dan kemampuan guru dalam merancang dan melaksanakan kegiatan pembelajaran.

Mengaktifkan belajar siswa dalam kegiatan pembelajaran merupakan salah satu cara menghidupkan dan melatih memori siswa agar bekerja dan berkembang secara optimal. Cara lain mengaktifkan belajar siswa adalah dengan memberikan berbagai pengalaman belajar bermakna yang bermanfaat bagi kehidupan siswa dengan memberikan rangsangan tugas, tantangan, memecahkan masalah, atau mengembangkan pembiasaan agar dalam dirinya tumbuh kesadaran bahwa belajar menjadi keburukan hidupnya dan oleh karena itu perlu dilakukan sepanjang hayat.

Alasan lain mengaktifkan belajar siswa adalah setiap siswa memiliki gaya belajar yang berbeda-beda. Karena itu, setiap siswa perlu memperoleh layanan bimbingan belajar yang berbeda pula sehingga seluruh siswa dapat berkembang sesuai dengan tingkat kemampuannya. Begitu pula tidak semua siswa berasal dari latar belakang social yang memiliki kesadaran dan budaya belajar sehingga tugas guru adalah menumbuhkan kesadaran dan mengembangkan pembiasaan agar setiap siswa merasa butuh, mau, dan senag dalam belajar.

B.     TIPE BELAJAR SISWA

Cara belajar dapat menentukan prestasi belajar anak. Jika diberikan strategi yang sesuai dengan cara belajarnya, anak dapat berkembang dengan lebih baik.

Pada prakteknya institusi pendidikan mulai banyak memberikan ulangan kepada murid SD kelas 3 keatas. Adapun tujuannya adalah untuk mengetahui seberapa jauh anak telah berkembang, secara kognitif, fisik, dan mental. Bahayanya, jika orang tua tidak membimbing anaknya dalam proses belajar maka perkembangan anak pun dapat tersendat. Salah satu cara untuk membimbing anak dalam belajar adalah mengenali cara mereka belajar. Cara belajar otomatis tergantung dari orang yang belajar. Artinya, setiap orang mempunyai cara belajar yang berbeda-beda.

Pada dasarnya, cara belajar terdiri dari tiga tipe, yaitu:

           1.   Visual : anak yang mempunyai cara belajar visual harus melihat bahasa tubuh dan ekspresi muka gurunya untuk mengerti materi pelajaran. Mereka cenderung untuk duduk di depan agar dapat melihat dengan jelas. Mereka berpikir menggunakan gambar-gambar di otak mereka dan belajar lebih cepat dengan menggunakan tampilan-tampilan visual, seperti diagram, buku pelajaran bergambar, dan video. Di dalam kelas, anak visual lebih suka mencatat sampai detil-detilnya untuk mendapatkan informasi.

Ciri-ciri Tipe Belajar Visual :

  • Bicara agak cepat
  • Mementingkan penampilan dalam berpakaian/presentasi
  • Tidak mudah terganggu oleh keributan
  • Mengingat yang dilihat, dari pada yang didengar
  • Lebih suka membaca dari pada dibacakan
  • Pembaca cepat dan tekun
  • Seringkali mengetahui apa yang harus dikatakan, tapi tidak pandai memilih kata-kata
  • Lebih suka melakukan demonstrasi daripada pidato
  • Lebih suka musik dari pada seni
  • Mempunyai masalah untuk mengingat instruksi verbal kecuali jika ditulis, dan seringkali minta bantuan orang untuk mengulanginya
  • Mengingat dengan Asosiasi Visual
    2.    Auditori : anak yang mempunyai cara belajar auditori dapat belajar lebih cepat dengan menggunakan diskusi verbal dan mendengarkan apa yang guru katakana. Anak auditori dapat mencerna makna yang disampaikan melalui tone suara, pitch (tinggi rendahnya), kecepatan berbicara dan hal-hal auditori lainnya. Informasi tertulis terkadang mempunyai makna yang minim bagi anak auditori mendengarkannya. Anak-anak seperi ini biasanya dapat menghafal lebih cepat dengan membaca teks dengan keras dan mendengarkan kaset.

Ciri-ciri Tipe Belajar Auditori :

  • Saat bekerja suka bicaa kepada diri sendiri
  • Penampilan rapi
  • Mudah terganggu oleh keributan
  • Belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan dari pada yang dilihat
  • Senang membaca dengan keras dan mendengarkan
  • Menggerakkan bibir mereka dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca
  • Biasanya ia pembicara yang fasih
  • Lebih pandai mengeja dengan keras daripada menuliskannya
  • Lebih suka gurauan lisan daripada membaca komik
  • Mempunyai masalah dengan pekerjaan-pekerjaan yang melibatkan Visual, seperti memotong bagian-bagian hingga sesuai satu sama lain
  • Berbicara dalam irama yang terpola
  • Dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, berirama dan warna suara
    3.   Taktil/Kinestetik : anak yang mempunyai cara belajar kinestetik belajar melalui bergerak, menyentuh, dan melakukan. Anak seperti ini sulit untuk duduk diam berjam-jam karena keinginan mereka untuk beraktifitas dan eksplorasi sangatlah kuat.

Ciri-ciri Tipe Belajar Kinestetik :

  • Berbicara perlahan
  • Penampilan rapi
  • Tidak terlalu mudah terganggu dengan situasi keributan
  • Belajar melalui memanipulasi dan praktek
  • Menghafal dengan cara berjalan dan melihat
  • Menggunakan jari sebagai petunjuk ketika membaca
  • Merasa kesulitan untuk menulis tetapi hebat dalam bercerita
  • Menyukai buku-buku dan mereka mencerminkan aksi dengan gerakan tubuh saat membaca
  • Menyukai permainan yang menyibukkan
  • Tidak dapat mengingat geografi, kecuali jika mereka memang pernah berada di tempat itu
  • Menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian mereka Menggunakan kata-kata yang mengandung aksi

Setelah orang tua mengidentifikasikan cara belajar anaknya, akan lebih baik jika orang tua juga mendorong anaknya belajar melalui cara yang dia miliki.

Di bawah ini ada beberapa strategi untuk mempermudah proses belajar anak:

Anak Visual:

1.      Gunakan materi visual seperti, gambar-gambar, diagram dan peta.

2.      Gunakan warna untuk menghilite hal-hal penting.

3.      Ajak anak untuk membaca buku-buku berilustrasi,

4.      Gunakan multi-media (contohnya: komputer dan video).

5.      Ajak anak untuk mencoba mengilustrasikan ide-idenya ke dalam gambar.

Anak Auditori:

1.      Ajak anak untuk ikut berpartisipasi dalam diskusi baik di dalam kelas maupun di dalam keluarga.

2.      Dorong anak untuk membaca materi pelajaran dengan keras.

3.      Gunakan musik untuk mengajarkan anak.

4.      Diskusikan ide dengan anak secara verbal.

5.      Biarkan anak merekam materi pelajarannya ke dalam kaset dan dorong dia untuk mendengarkannya sebelum tidur.

Anak Taktil/Kinestetik:

1.      Jangan paksakan anak untuk belajar sampai berjam-jam.

2.      Ajak anak untuk belajar sambil mengeksplorasi lingkungannya (contohnya: ajak dia baca sambil bersepeda, gunakan obyek sesungguhnya untuk belajar konsep baru).

3.      Izinkan anak untuk mengunyah permen karet pada saat belajar.

4.      Gunakan warna terang untuk menghilite hal-hal penting dalam bacaan.

5.      Izinkan anak untuk belajar sambil mendengarkan music

  1. C.    STRATEGI MENGAKTIFKAN KELAS
  1. 1.      Learning Starts With a Question
  • Bagikan bahan belajar dan mintalah mereka belajar berpasangan.
  • Siswa diminta buat pertanyaan hal-hal yang belum dimengerti.
  • Kumpulkan semua pertanyaan dan kelompokkan jenisnya atau yang paling banyak dibutuhkan siswa.
  • Mulailah pelajaran dengan menjawab dan menjelaskan hal-hal yang mereka tanyakan.
  1. 2.      Everyone Is a Teacher Here
  • Mereka untuk menuliskan pertanyaan tentang materi atau hasil belajar yang harus didiskusikan atau dipelajari
  • Kumpulkan kertas-kertas tersebut, kocok dan bagikan kembali kepada siswa secara acak
  • Undang sukarelawan (seorang siswa) untuk ke depan dan membacakan pertanyaan, serta memberikan jawaban/ tanggapan atas pertanyaan tersebut
  • Kembangkan diskusi berangkat dari pertanyaan tersebut
  • Klarifikasi materi/hasil belajar dari setiap pertanyaan yang didiskusikan agar seluruh siswa
  1. 3.      The Power Of Two
  • Ajukan satu atau dua pertanyaan /masalah (terkait topik pembelajaran) yang membutuhkan perenungan (reflection) dan pemikiran (thinking)
  • Mintalah siswa menjawab tertulis secara perorangan
  • Kelompokkan siswa secara berpasangan (dua-dua)
  • Mintalah mereka saling menjelaskan dan mendiskusikan jawaban baru
  • Brainstorming (panel) siswa membandingkan jawaban hasil diskusi kecil antar kelompok
  • Klarifikasi dan simpulkan agar seluruh siswa memperoleh kejelasan
  1. 4.      Information Search
  • Bagikan resource material (bacaan, materi, buku teks, handout, dokumen dan seterusnya)
  • Susunlah sejumlah pertanyaan yang jawabanya dapat dicari di resource material tersebut
  • Untuk menumbuhkan persaingan sehat,bagilah siswa dalam kelompok kecil
  • Mintalah kepada kelompok untuk mempresentasikan
  • Klarifikasi dan bahaslah jawaban yang benar secara bersama
  • Kembangkan jawaban tersebut untuk memperluas cakupan belajar
  1. 5.      Snowballing
  • Ajukanlah pertanyaan atau permasalahan terkait topik pembelajaran
  • Kelompokan siswa beranggotakan dua atau tiga orang siswa
  • Setelah itu,kelompok kecil siswa menjawab atau memecahkan permasalahandalam beberapa menit
  • Gabungkanlah dua kelompok menjadi satu kelompok baru yang beranggotakan empat atau enam orang
  • Pada group yang baru ini, mintalah mereka untuk melakukan sharing untuk merumuskan jawaban baru yang disepakati bersama
  • Klarifikasi jawaban atau pemecahan masalah yang benar agar seluruh siswa/kelompok memperoleh pemahaman terhadap jawaban atau pemecahan masalah
  1. 6.      Jigsaw learning
  • Bagikan semua bahan ajar yang dapat menunjang pencapaian kompetensi/hasil belajar secara utuh
  • Bentuk kelompok belajar (1) (sesuai hasil belajar yang dipelajari)
  • Diskusikan secara berkelompok, tetapi tiap individu membuat resume hasil diskusi
  • Bentuklah kelompok (2 ) secara acak, tiap anggota kelompok yang baru bertugas menjelaskan hasil resumenya pada kelompok sebelumnya, kemudian setiap anggota kelompok merumuskan hasil belajar secara utuh
  • Presentasikan hasil belajar (diwakili)
  • Klarifikasi dan simpulkan agar seluruh siswa memperoleh pemahaman yaqng utuh
  1. 7.      Debat Yang Efektif
  • Kembangkan suatu kasus yang kontroversial dalam suatu topik pembelajaran
  • Bagi kelas menjadi dua kelompok “pro” dan “kontra”
  • Minta setiap kelompok untuk menunjukan wakil mereka ; dua ayau tiga orang
  • Awali debat ini dengan meminta juru bicara untuk mengemukakan pendapatnya secara bergantian
  • Setelah menyampaikan [pendapatnya, juru bicara kembali ke kelompoknya dan mengatur strategi untuk membuat bantahan dari kelompok lainnya
  • Bila dirasa cukup, hentikan debat tersebut dengan terapmenyisakan follow up dari kasus yang perdebatkan
  • Klarifikasi dan simpulkan agar seluruh siswa memperoleh pemahaman yang utuh
  1. 8.      Card short
  • Bagikan kertas yang berisi informasiatau contoh atau  langkah-langkah yang telah disusun secara sistematis dalam satu kategori tertentu atau lebih secara acak
  • Biarkan siswa berbaur mencari kawan yang memiliki kertas dengan kategori yang sama
  • Setelah siswa menemukan kawan-kawan dalam satu kategori,mintalah mereka berdiri berjajar sesuai urutan kategori dan menjelaskan kategori tersebut ke seluruh kelas
  • Setelah semua kategori dijelaskan,berilah penjelasan tentang hal-hal yang masih dianggap perlu agar semua siswa memperoleh pemahaman yang utuh
  1. 9.      Synergetik teaching
  • Bagi kelas menjadi empat kelompok
  • Bagikan tugas belajar masing-masing kelompok untuk menyesuaikan suatu permasalahan
  • Kelompok 1 : mencari informasi tentang pentingnya permasalahan
  • Kelompok 2 : menjelaskan kebijakan / pemecahan saat ini dan alternatif yang diusulkan
  • Kelompok 3 : membuat satu usulan kebijakan atau pemecahan untuk mengatasi masalah (bisa dukung kelompok 2,modifikasi, baru)
  • Kelompok 4 : membuat suatu rencana tindakan pemecahan yang dapat diterima dan dilakukan semua pihak
  • Pertemukan / gabung masing masing kelompok dengan anggota kelompok yang lain, kemudian tayangkan hasil kerja kelompok secara utuh
  1. 10.  Tim pendengar (listening team)
  • Bagi kelas menjadi empat kelompok dan berikan tugas:
Kel Peran Tugas
A Penanya Setelah guru menjelaskan materi atau topik pembelajaran,kelompok mengajukan beberapa pertanyaan
B Pendukung Mengemukakan poin-poin yang disetujui dan memberikan alasannya
C Penentang Menyampaikan poin-poin yang tidak disetujui dan memberikan a;lasannya
D pemberi contoh Memberikan contoh spesifik dan aplikasinya yang lebih konkrit dalam kehidupan
  • Sampaikan materi anda dengan teknik merujuk pada buku acuan / sumber, setelah itu beri siswa waktu untuk menyelesaikan tugas
  • Mintalah masing masing kelompok untuk bertanya,menyetujui,menolak,atau memberi contoh sesuai dengan tugas awalnya.
  1. 11.  Point Counterpoint
  • Pilihlah satu topik yang memiliki dua pandangan atau lebih
  • Bagi kelas menjadi beberapa kelompok sesuai dengan banyaknya pandangan yang ada
  • Pastikan bahwa masing masing kelompok duduk terpisah
  • Beri kesempatan  salah satu kelompok untuk memulai debat ,setelah itu undang anggota kelompok lain untuk menyampaikan pandangan yang berbeda
  • Berilah kesimpulan dengan membandingkan isu isu yang terlihat secara utuh
  1. 12.  Tim Kuis
  • Pilihlah topik yang dapat disampaikan dalam tiga segmen
  • Bagi siswa menjadi tiga kelompok
  • Jelaskan format sesi yang akan disampaikan dan mulailah penyampoaian materi. Batasi hingga 10 menit
  • Mintalah tim A untuk membuat kuis jawaban ringkas sementara tim B dan C mereview mereka
  • Tim A memberi pertanyaan pada tim B, apabila tidak bisa, pertanyaan pindah ke tim C
  • Tim A mengajukan pertanyaan ke Tim C,apabila tidak bisa pindah ke tim B
  • Lanjutkan pertanyaan materi segmen kedua dan tunjuk tim B sebagai pemandu kuis
  • Setelah tim B selesai,lanjutkan penyampaian materi dan tunjuk tim C sebagai pemandu kuis

 

KESIMPULAN

Guru harus merancang kegiatan pembelajaran yang memungkinkan siswa melakukan kegiatan belajar secara aktif kalau rancangan pembelajaran yang disusun guru mengharuskan siswa, baik secara sukarela maupun terpaksa, menuntut siswa melakukan kegiatan belajar. Mengaktifkan belajar siswa dalam kegiatan pembelajaran merupakan salah satu cara menghidupkan dan melatih memori siswa agar bekerja dan berkembang secara optimal. Cara lain mengaktifkan belajar siswa adalah dengan memberikan berbagai pengalaman belajar bermakna yang bermanfaat bagi kehidupan siswa dengan memberikan rangsangan tugas, tantangan, memecahkan masalah, atau mengembangkan pembiasaan agar dalam dirinya tumbuh kesadaran bahwa belajar menjadi keburukan hidupnya dan oleh karena itu perlu dilakukan sepanjang hayat

Pada dasarnya, cara belajar terdiri dari tiga tipe, yaitu:

  1. Visual

Ciri-ciri Tipe Belajar Visual :

  • Bicara agak cepat
  • Mementingkan penampilan dalam berpakaian/presentasi
  • Tidak mudah terganggu oleh keributan
  • Mengingat yang dilihat, dari pada yang didengar
  • Lebih suka membaca dari pada dibacakan
  • Pembaca cepat dan tekun
  • Seringkali mengetahui apa yang harus dikatakan, tapi tidak pandai memilih kata-kata
  • Lebih suka melakukan demonstrasi daripada pidato
  • Lebih suka musik dari pada seni
  • Mempunyai masalah untuk mengingat instruksi verbal kecuali jika ditulis, dan seringkali minta bantuan orang untuk mengulanginya
  • Mengingat dengan Asosiasi Visual
  1. Auditori

Ciri-ciri Tipe Belajar Auditori :

  • Saat bekerja suka bicaa kepada diri sendiri
  • Penampilan rapi
  • Mudah terganggu oleh keributan
  • Belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan dari pada yang dilihat
  • Senang membaca dengan keras dan mendengarkan
  • Menggerakkan bibir mereka dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca
  • Biasanya ia pembicara yang fasih
  • Lebih pandai mengeja dengan keras daripada menuliskannya
  • Lebih suka gurauan lisan daripada membaca komik
  • Mempunyai masalah dengan pekerjaan-pekerjaan yang melibatkan Visual, seperti memotong bagian-bagian hingga sesuai satu sama lain
  • Berbicara dalam irama yang terpola
  • Dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, berirama dan warna suara
  1. Taktil/Kinestetik

Ciri-ciri Tipe Belajar Kinestetik :

  • Berbicara perlahan
  • Penampilan rapi
  • Tidak terlalu mudah terganggu dengan situasi keributan
  • Belajar melalui memanipulasi dan praktek
  • Menghafal dengan cara berjalan dan melihat
  • Menggunakan jari sebagai petunjuk ketika membaca
  • Merasa kesulitan untuk menulis tetapi hebat dalam bercerita
  • Menyukai buku-buku dan mereka mencerminkan aksi dengan gerakan tubuh saat membaca
  • Menyukai permainan yang menyibukkan
  • Tidak dapat mengingat geografi, kecuali jika mereka memang pernah berada di tempat itu
  • Menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian mereka Menggunakan kata-kata yang mengandung aksi

Ada beberapa macam strategi mengaktifkan kelas yaitu :

  1. Learning Starts With a Question
  2. Everyone Is a Teacher Here
  3. The Power Of Two
  4. Information Search
  5. Snowballing
  6. Jigsaw learning
  7. Debat Yang Efektif
  8. Card short
  9. Synergetik teaching
  10. Tim pendengar (listening team)
  11. Point Counterpoint
  12. Tim Kuis

DAFTAR PUSTAKA

Marno, M. Idris, Strategi & Metode Pengajaran, Jakarta : Ar-ruzz media,2010.

Sumber : Majalah Cosmopolitan

Sumber: Terjemahan bebas dan adaptasi dari: L. Dee Fink. 1999. Active Learning

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: